home
portfolio
Personal Project
behind the scene
articles & tips
biography
contact
 
25 June 2007
Menjadikan Objek Sehari-hari Lebih Fotografis
 

Menjadikan Objek Sehari-hari Lebih Fotografis Fotografi di era digital ini sudah menjadi bagian dari aktifitas kehidupan sehari-hari, siapa pun bisa merekam kejadian atau objek di sekelilingnya dengan mudah asalkan memiliki perangkatnya, baik kamera digital atau pun telepon genggam yang berkamera. Sehingga ada anggapan dengan digital fotografi kita tidak perlu lagi memotret dengan menggunakan banyak lampu foto, juga tidak perlu lagi mengukur-ukur intensitas cahaya. Sebelum adanya digital fotografi orang akan berpikir duatiga kali sebelum menekan tombol shutter pada kamera. Untuk yang belum begitu mengenal fotografi ada kekhawatiran jika tidak jadi gambar akan buang2 film. Sekarang umumnya orang lebih royal memencet tombol shutter, karena kalau gambar yang dihasilkan tidak memuaskan tinggal pencet delete, selesai. Kemudahan ini jadi kebiasaan untuk tidak mau memperhitungkan pencahayaan ketika memotret. Apalagi jika ada kekurangan kualitas masih bisa dimanipulasi di komputer, misal terlalu gelap tinggal di-brighten, terlalu terang tinggal di-darken. Dalam hal ini tentu bisa saja jika hanya ingin sekedar menghasilkan “gambar”. Tapi untuk orang-orang yang ingin memdalami fotografi dengan sungguh-sungguh tentu tidak cukup hanya sekedar dapat menghasilkan “gambar” dengan kameranya, dia harus memperhitungkan segi artistik. Selain komposisi dalam frame tentu harus memperhitungkan kualitas pencahayaan. Karena pada dasarnya fotografi adalah melukis dengan cahaya, maka tetap masalah gelap terang, arah jatuh cahaya, kuat-lemah cahaya, sumber cahaya dsb. masih harus diperhitungkan. Dalam tulisan ini saya mengajak pembaca untuk melihat satu komposisi still life sederhana di salah satu sudut rumah saya, yang difoto apa adanya tanpa sumber cahaya tambahan, dan juga dengan tambahan-tambahan lampu fotografi (flash head) sebagai sumber cahaya. Kamera yang digunakan digital SLR 10.2 MP (Nikon D200). Lensa zoom 17-35mm pada focal length: 30mm. ISO: 100. WB: 5600 Kelvin. Diafragma/f stop: 11. Kecepatan/shutter speed di setiap foto berbeda: foto 1: 1/3 detik, foto 2: 1/30 detik, foto 3: 1/50 detik.Foto 1: (Basic).

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

Di sini sumber cahaya yang digunakan apa adanya (available light). Matahari di luar cerah membias ke dalam ruang melalui jendela yang cukup lebar di sebelah kanan objek. Karena saya ingin menggunakan f stop: 11, untuk ketepatan exposure digunakan light meter dalam kamera pada fungsi aperture priority, dan kecepatan shutter secara otomatis menunjukkan angka 1/3 detik. Disini kita bisa lihat objek utama dalam ruang pencahayaannya cukup normal, sementara background (luar ruang) over exposure karena diterangi cahaya matahari langsung yang tentunya jauh lebih kuat intensitasnya dibanding pencahayaan dibagian dalam ruang. Untuk menjadi sekedar “gambar” tentunya foto ini cukup memadai. Lighting foto jenis ini yang sekarang mudah dan banyak dihasilkan oleh kecanggihan kamera digital. Bidik, langsung “jepret”, urusan gelapterang nanti di komputer. Bagi para peminat fotografi yang gemar bermain dengan cahaya tentu tidak puas hanya begitu saja, karena objek disini masih terasa kurang berdimensi. Untuk itu kita coba lihat foto selanjutnya. Foto 2: (Simple Set Up)

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
 
Pada pemotretan ke dua ada keinginan untuk memperlihatkan objek utama agar lebih berdimensi dan background luar ruangan yang cukup asri. Untuk itu harus menggunakan lampu tambahan. Jenis lampu yang digunakan di sini flash monoblock dengan beberapa accessoriesnya, al: soft box untuk pencahayaan yang lembut, standard reflector plus honeycomb untuk pencahayaan keras dan terarah. Untuk lebih detailnya lihat diagram . Karena pada foto ke 2 ini menggunakan lampu tambahan, maka mutlak di sini juga menggunakan light/flash meter untuk mengukur intensitas cahaya. Dengan menggunakan light/flash meter, memudahkan pekerjaan kita mengkomposisikan gelap terang setiap sumber cahaya yang digunakan. Flash monoblock yang digunakan di sini 3 buah: 1. Flash dengan standard reflector plus honeycomb besar ke arah objek sehingga membentuk bayangan di atas meja dan juga memberi refleksi di sandaran kursi. Intensitas diukur dari objek ke arah flash didapat 11.5. Setengah stop lebih dibanding di kamera f stop (diafragma) 11. 2. Flash dengan softbox 60X60 cm. Karena fungsinya untuk fill in light, intensitas cahaya cukup 8.5. Setengah stop di bawah f stop di kamera. 3. Flash dengan softbox 60X60 cm. Intensitas 11.5. Selain menerangi meja kursi di background, juga membuat refleksi di daun pintu. Cahaya matahari yang menerangi taman di background untuk mendapatkan f stop 16, (satu stop lebih terang dari f stop di kamera), berdasarkan pengukuran dengan light meter di dapat kecepatan 1/30 detik. Kecepatan ini yang digunakan di kamera. Pada foto ke 2 ini kita melihat adanya bayangan dan refleksi yang ditimbulkan oleh lampu/flash yang di tambahkan, dan juga keseimbangan cahaya dalam ruang dan luar ruang. Ini ternyata membuat foto yang dihasilkan lebih menarik dibanding foto ke 1. Dengan cahaya tambahan juga bisa mendramatisir objek foto yang sebetulnya biasa-biasa saja. Ini bisa kita lihat pada foto berikutnya. Foto: 3 (Multi Set Up/Conceptual)

Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
 
Pada foto ke 3, dengan objek yang sama ingin dicapai suasana yang lebih hangat. Untuk itu perlu mendramatisir tata cahaya (lighting set up) dengan menambah 3 buah flash monoblock dan color filter orange pada flash no 1 dengan menambah intensitas 1/2 stop, dan juga sebagian cahaya ditutup dengan karton hitam (A) untuk mempersempit refleksi di sandaran kursi. Juga pada flash no 2 dan 3 softbox ditutup sebagian dengan filter orange. Flash no 1, 2 dan 3 posisi sama dengan pada foto ke 2. 4. Flash dengan standard reflector plus honeycomb besar dan filter biru, untuk menimbulkan sedikit refleksi biru di cangkir dan piring. Intensitasnya cukup dengan f 4. 5. Flash dengan standard reflector plus filter orange dengan intensitas 2.8, untuk menimbulkan refleksi pada daun pintu kanan. 6. Flash dengan standard reflector, intensitas 16.5. untuk menerangi taman di background, karena ketika pemotretan foto ke 3 ini, matahari sudah tertutup awan tebal sehingga taman di luar menjadi gelap. Seandainya dipaksa dengan memperlambat shutter speed bisa saja tetapi tidak akan ada highlight di ujung-ujung daun yang dapat memberi aksen agar tidak datar. Karena sudah tidak ada sumber cahaya continuous (matahari) maka kecepatan shutter di kamera sudah tidak masalah asalkan masih synchron dengan flash, disini digunakan 1/50 detik. Pada foto ke 3 ini suasana yang kita rasakan lebih hangat, memberi kesan sore hari berbeda dengan foto ke 2 yang memberi kesan pagi hari. Dari foto-foto di atas kita dapat melihat bahwa penataan cahaya (lighting set up) sangat memegang peran merubah suasana dan kualitas dalam foto, sehingga aktifitas memotret tidak sekedar asal jadi “gambar”. Juga mungkin bisa menjadi jawaban dari pertanyaan yang sering ditanyakan pada saya: “Apakah masih perlu penggunaan lighting foto untuk pemotretan dengan digital kamera? Apakah masih perlu menggunakan flash/light meter ketika pemotretan?” Jawaban saya:”Tetap perlu”. (Roy Genggam)

 

 
34 komentar untuk "Menjadikan Objek Sehari-hari Lebih Fotografis"
 
Artikel diatas sangat baik untuk para pemula dalam fotografi. Penjelasan cukup teknis tapi mudah dimengerti dan diperaktekan. Saran saya khusus untuk page ini, mohon diperiksa, karena semua gambar di halaman ini tidak tampil, mungkin ada masalah dalam lin
 
A Kong - 25 June 2007
 
 
Artikel anda sangat powerfull sekali, tp lighting yg digunakan harganya mahal amat. Tolong artikel yg dibuat untuk lighting kelas murah
 
M Furqan - 26 June 2007
 
 
dimulai dari niat dan cita-cita dari sebuah rumah di cipete sana. pada mulanya hanya kongkow numpang makan siang sama Mami. numpang nelpon. dari kongkow itu lahirlah Nusantara Advertising photografi. dari kamera zenza bronica sq am, belinya ngutang d
 
aman sugandhi - 17 July 2007
 
 
Assalamu'alaikum mas Roy.....
sebelumnya terima kasih ya mas atas smua pengalamannya... ma'af mas artikelnya kok nggak ada penjelasan fotonya ya.... coz supaya tambah paham lagi...
 
Surya Afandy - 09 August 2007
 
 
Terimakasih, A Kong dan Surya, sekarang ilustrasi sdh bisa tampil?
M Furqan: itu equipment yg saya pakai di studio saya, mungkin bisa diterapkan dgn brand lain.
Mas Aman: hahaha, CU soon.
 
Roy Genggam - 13 August 2007
 
 



mas roy saya fotografer yg tidak punya alat dan grafis yg tidak punya komputer tapi yg saya punya cuma satu kemauan yg keras bahkan sangat cadas saya mau hebat seperti mas roy .
 
samy - 14 August 2007
 
 
Mas Roy, thx atas ilmunya :)
 
Fahrizal Ibrahim - 18 August 2007
 
 
Mohon informasinya.
Saya photogra pemula, sebelum membeli flash meter mohon diinformasikan lebih detail cara penggunaan flash meter (pengukurannya dll yg berhubugan dengan flash meter) terimakasih atas pencerahaanya
 
Ananto Tejo Baskoro - 30 October 2007
 
 
Mas Roy thanks ilmunya, kalo bisa tambah lagi materi yang lainnya, btw mas kalo aku magang di tempat mas Roy bisa ga? aku pengen belajar fotografi lebih banyak lagi, thanks..
 
andrian adjie - 17 November 2007
 
 
Mas Roy sy yg kemaren ikut seminar, sy br 1 thn mengenal dunia potografi, Alhamdulillah sekarang suka dpt job moto wedding, sy terkesan bgt liat poto2 mas Roy, minta bimbingannya, materi lighting studio nya, sy pngn belajar bnyk dr mas. terima kasih bnyk
 
Rifqi - 18 November 2007
 
 
mas roy artikelnya bagus banget sangat mendidik n bwat proses belajr qta qta yang lagi belajar menuju fotografer profesional kaya mas roy
 
didin tripot - 25 November 2007
 
 
ehm-ehm...didin 4x4 berapa didin...thx mas telah membagi ilmunya...artikelnya tambahin lagi yeah...
 
cupid - 26 November 2007
 
 
wah mas, setelah seminar di bandung beberapa waktu lalu, akhirnya saya baru sempat masuk ke situsnya mas roy neh.
Sip mas,moga tambah sukses. Saya mau tanya nih mas roy, kalau saya mau foto outdoor untuk pemotretan model, tp saya belum punya lighti
 
patrick rex r - 29 November 2007
 
 
salam kenal mas roy,lihat artikel mas bikin segala yang dilihat jadi objek foto....jd pingin maen ke studio mas roy,trus share bareng...saya sangat minat di bidang advertising photography,gmn awal meniti karir nya?sekarang masih kuliah di jurusan fotogra
 
agus setiawan - 06 February 2008
 
 
wah keren nieh .susah juga iktin skema mas roy butuh 50an lebih jepretnya!!!
 
bayu snap - 17 April 2008
 
 
mas, kok belum nambah lagi artikelnya? mas kapan yah ada sharing lagi!
 
Agus TRIPOT 8th - 03 May 2008
 
 
mas Roy... masih ingat saya? dlu pernah berguru bulan juni 2007 sama mas... kita tangkapa bebek bareng2 he..3 waktu iklan Nuvo... btw artikelnya kok blom nambah ya.. sip sjrng udah ada penjelasan fotonya,,, mksh banyak atas semua pelajaran dan pengalamann
 
Surya Afandy cah UM Malang - 19 July 2008
 
 
Maaf Mas boleh magang disana?
syaratnya apa aja biar boleh masuk?
Thx
 
al - 11 September 2008
 
 
Saya pengen belajar nanyak tentang photography dari anda.saya takjub dengan karya karya anda
 
HERU - 20 September 2008
 
 
kalo kita merasa g ada bakat motret gimana om?
 
mono - 23 September 2008
 
 
salut om............
 
ais - 25 October 2008
 
 
cerdas dan membumi
 
imam - 26 October 2008
 
 
forum (saya anggap demikian) ini merpkn salah satu pemutar balik paradigma yg sempat menempel dlm benak kita bahwa ilmu itu mahal harganya, tapi mas roy bkn salah satunya, dalam rutinitas kesibukannya yg sdh pasti padat,beliau masih sempat utk membagi il
 
arifin m. adita - 13 May 2009
 
 
makasih banget atas sharing ilmu nya pak Roy.....
 
irsan - 08 November 2008
 
 
Pak Roy walaupun sibuk tetap ngasi tips-tips fotografi.. saya salut sama anda.
 
indra - 28 November 2008
 
 
keren banget bang roy.....
 
akbarrmj - 17 December 2008
 
 
hehehe...ini sya dah punya artikel dr pak roy di majalah foto..emg manteb bt bljr2 lighting..tq banget pak roy...
 
henry - 26 March 2009
 
 
thanks, for ALL
 
indira mulyawan - 13 March 2009
 
 
introspeksi diri aje deh lu pada, ngerusak perfotografian indonesia aja lo semuanya.
 
666 - 05 August 2010
 
 
Sangat jarang fotografer yg. mau share teknis seperti pak Roy. Thanks , ini sangat bermanfaat buat pemula yg sedang bereksplorasi. Sangat mudah dipahami.
 
mas haryanto - 15 July 2010
 
 
Mas Roy, bgm cara kita membuat pas photo dengan kamera digital standar. Mungkin bisa bagi pengalaman utk jarak pengambilan dan posisi...thx.
 
freddy mr nainggolan - 28 August 2010
 
 
 
- 02 September 2010
 
 
 
- 02 September 2010
 
 
zwRdFr <a href="http://lyukmtbyagtx.com/">lyukmtbyagtx</a>, [url=http://cjjkuuvsfxal.com/]cjjkuuvsfxal[/url], [link=http://mbgpfwsutego.com/]mbgpfwsutego[/link], http://aljvfcnynhwp.com/
 
bvnxernt - 05 September 2010
 

nama (harus diisi)
e-mail (harus diisi)


 
logo Genggam Photography


'Articles & Tips'
Lainnya :

14 August 2007
Cahaya Matahari Dalam Studio
25 June 2007
Menjadikan Objek Sehari-hari Lebih Fotografis
 
Copyright © 2007 Genggam Photography. All Right Reserved. Designed by tagpixel.